Minggu, 24 Februari 2013

Sup Gurame Honje

Sup buat yang lagi flu, kasian srat srut mulu dari kemaren. Enaknya dibikinin yang anget, seger dan pedes. Setelah confirm sama yang mau mengkonsumsi akhirnya diiringi rintik hujan *tsaah* berangkat ke pasar nyari gurame yang ukuran sedang. Ga pake lama Sup Gurame Honje pun jadi..:D


Sup Gurame Honje

Resep :
- 1/2kg ikan gurame, bersihkan dan potong jadi 2
- 1 buah honje/kecombrang - iris sesuai selera
- 4 siung bawang merah - iris tipis
- 4 siung bawang putih - iris tipis
- cabe rawit merah - iris tipis
- 5 cm jahe - iris tipis
- 2 ikat daun kemangi 
- 1 1/2sdt air jeruk nipis
- Garam secukupnya
- 1/2 sdtGula pasir

Cara Membuat :
1. Rebus ikan gurame beserta garam hingga mendidih, sisihkan
2. tumis semua irisan bumbu hingga wangi kemudian tambahkan air kaldu ikan, menjelang sup mendidih masukkan ikan tambahkan perasan air jeruk nipis dan daun kemangi. angkat dan sajikan hangat.

Bubur Ase - Betawi (IDFB 9)

Saya persembahkan Bubur Ase - khas betawi ini untuk Indonesian Food Blogger Challenge 9 yang kali ini temanya "Congee atau Porridge" alias bubur khas indonesia. Bubur Ase ini merupakan kuliner betawi yang hampir punah, hanya 1-2 orang saja yang masih setia berjualan bubur ase ini. Tidak seperti bubur ayam pada umumnya, bubur ase tergolong unik karena merupakan kombinasi dari tiga jenis makanan. Selain bubur yang terbuat dari nasi yang dilumatkan, ada lagi pelengkap lainnya yaitu kuah semur dan asinan yang terdiri dari irisan wortel, kol, lobak, dll. Selain itu jika suka bisa juga ditambahkan kerupuk berwarna pink atau emping. 



Bubur ase disebut sebagai bubur asli Betawi karena campuran hidangannya menggunakan bahan makanan asli Betawi. Untuk rasa, bubur ase memang memiliki rasa asin bercampur rasa segar. Asin tersebut berasal dari rasa bubur yang dibuat dari campuran garam dan santan kelapa. Sementara rasa asam yang segar timbul karena rasa asinan dan dan manis gurih berasal dari kuah semur.


Untuk resepnya saya dapet dari tukang pijit anak saya yang kebetulan juga asli Betawi Bekasi, si emak saya memanggilnya.. si emak juga kaget waktu saya tanya soal bubur ini, bagaimana saya tau soal bubur ini, kata beliau udah ga ada yang jualan panganan (makanan) ini sekarang.

Resep:
Bubur 
- 1 cup beras (cuci dan rendam semalaman)
- 1 cup santan
- air secukupnya
- garam secukupnya

Cara Membuat :
Masak beras dan air hingga lunak, masukkan santan dan garam aduk dan masak kembali hingga lunak dan mengental.

Semur Betawi
Bahan :
- 1/2 Dada Ayam - Rebus dada ayam beserta sedikit garam kemudian goreng dan suwir-suwir
- 2 bh kentang - kupas, potong sesuai selera dan goreng

Bumbu Halus :
- 6 siung Bawang Merah
- 4 siung bawang putih
- 1/2 sdt Ketumbar yang sudah disangrai
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/4 sdt pala bubuk
- 1bh cabe merah besar
- 1cm Jahe

Bahan tambahan : 
- Kecap - takaran sesuai selera
- Garam - takaran sesuai selera
- 1 btr cengkeh
- Air kaldu sisa rebusan ayam
Cara Membuat :
1. Haluskan semua bumbu kemudian tumis hingga wangi, masukkan air kaldu ayam, kecap, garam dan cengkeh, aduk hingga semua bahan tercampur rata (jangan lupa dicicipi ya).
2. Masukkan suwiran ayam goreng dan kentang kemudian masak kembali hingga bumbu meresap.

Asinan Betawi
Bahan :
- 1 bh wortel - serut memanjang/ potong sesuai selera
- 1/2 buah lobak - serut memanjang/ potong sesuai selera
- 1 bh timun - serit memanjang bagian daging putihnya/ potong sesuai selera
- 1/4 kol ukuran kecil - iris halus 
- 1sdt cuka kwalitas bagus
- 2 sdt gula pasir
- 1/2sdt garam

Cara Membuat : 
Campur serutan wortel, lobak, timun dan kol jadi satu kemudian tambahkan cuka, gula dan garam. Aduk jadi satu dan diamkan hingga meresap.

Pelengkap/Taburan bubur
- Kacang goreng
- Bawang goreng
- Irisan daun bawang
- Emping 
- Kerupuk merah muda *ga pake 

Cara Penyajian :
Masukkan bubur dalam wadah, tambahkan semur ayam & kentang diatasnya, tambahakan asinan, kacang, bawang dan kerupuk.



Dulu waktu masih hamil Adam sering banget makan bubur Ase, bukan sering lagi tapi hampir tiap hari malah. Tiap pulang kerja selalu mampir ke warung gerobak bubur pinggir jalan perempatan legenda, penjualnya sepasang suami istri yang sudah renta, dari logatnya khas banget si engkong sama si emak ini asli betawi. Pertama kali disodirin bubur ini agak kaget..beda dari bubur ayam pada umumnya, isiannya ada sejenis asinan (atau acar saya menyebutnya), suwiran ayam, kacang tanah dan kuah bubur yang rasanya beda juga dari bubur pada umumnya, warnanya coklat kental, rasanya gurih campur manis..begitu isi dalam mangkok dicampur..nyessss saya bener2 menikmati sajian bubur ini tiap sendok saya resapi rasanya, rasa gurih, manis dan asam bercampur jadi satu itulah kenapa meskipun sudah habis 1 mangkok di warung gerobak engkong saya masih ngebekel 1 bungkus lagi buat dimakan dirumah.. pernah iseng saya tanya kenapa buburnya beda sama bubur2 yang lain ? si emak dengan lantangnya jawab kalo bubur betawi emang yang begini ini neng..pake semur sama asinan. 



Sayangnya..setelah habis melahirkan, begitu ingin bernostalgia sama buburnya engkong ternyata warung itu sudah tutup yang tersisa hanya gerobaknya saja..dan penjual di sekitar juga tidak tahu dimana keberadaan si engkong dan emak, dan sampai sekarang hampir 5 tahun gerobak itu masih disana tanpa ada bubur, engkong dan emak.
 Semoga dengan adanya IDFB ini makin banyak warisan kuliner dari leluhur kita yang kembali terangkat dan kita kenalkan kembali ke anak cucu kita. Jangan sampai warisan kuliner leluhur kita terjajah oleh maraknya makanan siap saji apalagi sampai kuliner leluhur kita sampai diakui negara lain.