Rabu, 24 Januari 2018

Gebyar Hadiah JLC Award 2018


Sejak kecanduan belanja online jasa layanan pengiriman barang yang paling  sering saya gunakan adalah JNE, sampai-sampai kami sekeluarga akrab dengan kurirnya karena saking seringnya pak kurir mengantarkan paket ke rumah. Terlebih lagi sekarang sejak saya memulai usaha kecil-kecilan di bidang kuliner yaitu abon ikan buatan saya sendiri, hampir tiap hari pengiriman abon ikan ke berbagai kota di Indonesia selalu menggunakan JNE.

JNE Loyalty Card
Nah ternyata sebagai pelanggan JNE saya baru tahu juga nih ternyata ada program keanggotaan bagi para pelanggan setia JNE namanya JLC (JNE Loyalty Card). Apa keuntungan yang didapat menjadi member JLC ini ? tentunya banyak selain hadiah berupa barang JLC juga memberikan pengalaman menarik contohnya nih naik helicopter wuiih keren kan ?!

Caranya gimana biar bisa bergabung menjadi member JLC ? cukup daftar aja di https://jlc.jne.co.id/ caranya mudah dan tanpa biaya apapun. Ayo..!! yang punya usaha dan udah jadi pelanggan setia JNE buruan gabung, saya baru aja daftar jadi membernya. Oh ya dari tiap transaksi yang kita lakukan dengan menggunakan JLC maka otomatis akan dikonversi menjadi poin, yang nantinya poin yang sudah didapat dapat ditukar dengan beragam pilihan hadiah atau berkesempatan memenangkan hadiah melimpah setiap tahunnya. Poin tersebut juga akan berlipat ganda pada hari-hari tertentu misalnya saat Hari Ibu, Hari Kemerdekaan Indonesia dll.

Keuntungan lain menjadi member JLC bukan hanya poin dan hadiah saja. Yang lebih penting adalah JNE rutin memberikan informasi dan membuka diskusi grup sesama komunitas JLC di semua cabang.

Melalui JLC juga JNE berupaya memberikan kesempatan untuk berkembang bagi para UKM. Pada JLC Award kali ini, JNE telah mengesahkan kerjasamanya dengan Koin Works. Perusahaan ini adalah penyedia layanan online yang menghubungkan para pendana dengan para pemilik usaha UKM, sehingga dapat membantu para member JLC terkait modal usaha.

Penandatanganan Kerjasama JNE & Koin Works

JLC Award 2018
Pada tanggal 18 Januari 2018  JNE telah menggelar JLC Award 2018 di Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta. JLC Award ini sendiri merupakan bentuk apresiasi tinggi kepada pelanggan setia JNE khususnya member JLC. Acara yang bertema "Raise Up Your Business" ini menghadirkan Indra Herlambang beserta Melaney Ricardo yang bertindak sebagai pembawa acara, dijamin ngakak terus sama penampilan mereka berdua.

Melaney Ricardo & Indra Herlambang selaku MC
Presiden Direktur JNE, Bapak M. Feriadi
  
Di malam JLC Award ini, Presiden Direktur JNE, Bapak M. Feriadi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya selama ini. JNE akan selalu berupaya agar dapat memberikan manfaat serta nilai lebih untuk pelanggan setianya, terutama puluhan ribu member JLC yang kerap menggunakan produk layanan maupun fasilitas JNE dalam aktifitas pengiriman berbagai jenis, jumlah dan ukuran paket.

Sesuai dengan Taglinenya "JNE Conneting Happiness" JNE ingin selalu memberikan kepuasan dan terus berkembang dalam setiap layanannya, untuk itu JNE akan membangun Mega Hub yang memungkinkan automatisasi kiriman lebih banyak lagi sekitar 60 ribu kiriman per jamnya.. *wooow* 

Di penghujung tahun lalu, JNE mengadakan program JLC Lucky Draw dan JLC race yang berhak diikuti oleh 70 ribu lebih member JLC di seluruh Indonesia. Pengundian JLC Lucky Draw sendiri telah dilakukan pada tangggal 21 Desember 2017 lalu di kantor pusat JNE dan nama-nama member yang beruntung telah ditentukan. Para pemenangnya berhak menerima 1 paket wisata ke Disneyland Hongkong, 2 unit motor Honda Beat, 3 paket wisata ke Singapura dan Legoland Malaysia, 3 paket wisata ke Malang Jawa Timur, 5 buah ipad Mini, 10 buah Mirrorless Camera, serta 100 buah Voucher Belanja.


Selanjutkan adalah program JLC Race yang untuk pertama kalinya diadakan oleh JNE sebagai bentuk apresiasi 5 orang member JLC dengan nilai transaksi tertinggi dan 5 orang member JLC dengan jumlah pengiriman paket atau resi terbanyak selama periode transaksi 1 November - 31 Desember 2017.

Member JLC dengan nilai transaksi tertinggi mendapatkan :
- 1 unit mobil Mitsubishi Xpander untuk juara 1, 
- 1 unit sepeda motor Yamaha XMAX untuk juara II, 
- 1 paket wisata untuk 2 orang ke Eropa untuk juara III, 
- 1 unit iPhone 7 Red untuk juara IV 
- 1 unit kamera fuji XT10 untuk juara V

Member dengan jumlah pengiriman atau resi terbanyak mendapatkan : 
- Juara I => 1 unit sepeda moto Kawasaki Ninja RR, 
- Juara II => 1 paket wisata ke Bangkok untuk 2 orang, 
- Juara III => 1 unit Samsung Galaxy Note 8
- Juara IV => 1 unit kamera Canon EOS M10 
- Juara V => mendapatkan 1 unit smartphone Vivo V7.

Kebahagiaan yang dirasakan oleh para member JLC juga dirasakan oleh para anak-anak yatim dari Yayasan Miftahul Al Barokah. Anak-anak yatim ini diundang untuk menerima santunan dari JNE. Sebenarnya ini merupakan program rutin tiap tahunnya. Secara tidak langsung ketika kita menggunakan layanan JNE kita juga ikut serta membantu anak-anak yatim ini, ah.. makin jatuh cinta deh sama JNE

Pemberian santunan kepada anak yatim dari yayasan Miftahul Al Barokah
Bukan hanya hiburan dan hadiah melimpah, dalam acara JLC award 2018 ini seluruh undangan  mendapatkan edukasi untuk memperluas wawasan dalam sesi presentasi dan talkshow. Ada Bapak Hari Sungkari selaku Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang memaparkan tentang How to Build Your Own Business Through Digital World dan ada juga CEO Young on Top, Billy Boen yang dalam presentasinya beliau memaparkan tentang Welcome to Digital World.

Di sela-sela acara penganugerahan gebyar hadiah JLC Award 2018, para hadirin dihibur pula oleh penampilan memukau dari Maliq D' Essential dan Jakarta Pad Project yang secara tidak sengaja bikin badan kita ikut bergoyang. Seru pokoknya.. maklumlah emak-emak yang biasanya berkutat dengan abon di malam JLC award ini bisa ngeliat yang seger-seger hehehe

Maliq D' Essential

Jakarta Pad Project



Kamis, 04 Januari 2018

Glamping ke Tanakita Lagiiii

Tempat ini emang ga pernah ngebosenin malah ngangenin

Setelah 2 tahun berlalu akhirnya menginjakkan kaki di tempat ini lagi, bedanya dulu kita di Riversidenya sekarang di Tanakitanya Insyaa Allah selanjutnya nyoba di Rumah Merah aaaah 😉

Yang pengen ngintip pertama kali kita glamping di Riverside Tanakita bisa baca disini

Biaya masih sama seperti 2 tahun yang lalu cuma yang sekarang tendanya lebih besaar.. Awalnya kita booking di Riverside lagi, cuma karena lagi musim hujan takutnya tebing di belakang tenda longsor dan permukaan air sungai naik jadi kita disarankan untuk camping di Tanakita aja. 

Sebenernya sejak dikasih tau temen2 bakal glamping lagi di bulan Desember udah khawatir.. kan Desember udah masuk musim hujan nih ntar kalo longsor gimana ya ? kalo malem tiba2 permukaan air sungai naik gimana ya ? maklum kan kita posisi di lembah, peserta anak2 juga ada 3 orang plus 1 orang ibu hamil repot juga kan ? pokoknya sampe hari H masih aja kebayang yang ngga ngga

Begitu ketemu temen2 di meeting point dikasih taulah kalo kemungkinan nanti kita pindah ke Tanakita, soalnya udah semingguan tiap sore sampe malem hujan deras plus semalem sebelum kita berangkat Sukabumi gempa jadi khawatir ada apa2 ya Alhamdulillah dipindah deh.. tapiiii kita tetep boleh ke Riverside dulu sampe nunggu waktu check in bisa dimanfaatkan untuk makan siang, sholat, foto2 dan mandi di sungai (ini mah anak gw)

Keberangkatan tetep dari stasiun Paledang Bogor dan turun di stasiun Cisaat.. dari sana naik angkot lagi yang udah dicarter sebelumnya ndilalah kok ya ketemu sama sopir yang sama si pak Aris (Haris atau Aris ? mbuhlah...)


Nyampe di riverside suasananya masih sama seperti 2 tahun yang lalu..








Disini kita istirahat, sholat, makan siang dan nyebur ke sungai.. menjelang sore karena udah mulai gerimis kita langsung berkemas menuju Tanakita.. di Tanakita kita milih di Petromaks area.. 


meeting point di petromaks area
pemandangan samping tenda kita
deretan tenda kita dilihat dari area level 2
di dalam tenda komplit ada sleeping bagnya
camp area level 2

rumah pohon.. pernah liat kan di film Naura Genk Juara ? yaa lokasi shootingnya disini
Setelah beberes di tenda masing2.. kegiatan selanjutnya trekking ke danau Situ Gintung.. Biasanya agenda hari pertama kita trekking ke Curug Sawer tapi berhubung jalan menuju curug mengalami perbaikan jadi ga jadi ke Curug.. 

Sebagian jalan menuju danau sudah dicor, beda sama 2 tahun yang lalu bener2 makadam dan licin sekarang mah muluuus.. Nyampe di Danau kabut masih tebal, suasananya juga udah sepi banget maklum udah jam 5 sore.. puas foto2 lanjut balik ke tenda..



digendong kang Cecep..
 katanya Aqila udah lelaah 

Acara Malam..

Makan malam tentunya, setelah itu ada trekking malam yaitu nyari kunang2.. berhubung tenda kita lokasinya paling deket sama lokasi pencarian kunang2 jadi kelompok kita berangkat duluan dan berhasil menangkap 2 ekor kunang2 (lebih tepatnya ditangkepin kang Cecep pendamping kelompok kita) setelah acara nangkep kunang-kunang selesai nidurin anak2 dulu, Aqila kayanya capek banget dan beneran ga nyampe 5 menit dia udah ngorok hahaha 😄

si kunang-kunang
kunang-kunang dilepas ke alam bebas
Acara emak2nya lanjut ikut kelompok lain api unggunan di atas.. seru, rame ditambah musik hiburannya keren.. Sambil api unggunan, nyanyi2 kita bisa menikmati colenak, ketan bakar dan bandrek yang udah disedikan oleh crew Tanakita. malam berlalu lanjut tidooooor..

Pagi setelah sholat shubuh kita bisa menikmati sunrise, di riverside kita ga bisa liat sunrise karena posisi di lembah. 



Setelah mandi lanjut sarapan ringan dengan bubur kacang ijo.. anak2 pada bikin pancake cuma bikin pancake disini ngantriii apalagi ketemu sama group besar yang anggotanya rasa solidaritasnya tinggi ke anggotanya sendiri, jadiii dia bikin pancakenya banyaaaak buat kelompoknya sendiri sementara kita yang group2 kecil ngantri memble nungguin dia bikin pancake.. mana masaknya pake arang kebayang kan lamanya sampe yang bocah2 pada nangis ga sabaran tapi si mbak2 tetep nyantai ajah nyelesain bakatnya jadi chef di groupnya *curcol* 😕



Abis urusan pancake kelar cuma dapet 2 keping kita dibikinin omelet sama kang Cecep buat temen sarapan si Nasi kuning. Abis ituuuu beberes dan cusss nyobain flying fox




Dulu saya ga berani nyoba, sekarang karena Aqila juga pengen naik flying fox jadi mau ga mau tandem juga bareng Aqila.. ada si kecil Nico juga yang gagah berani berflying fox ria.. gara2 Nico nih Aqila jadi ikutan panas pengen ikutan padahal sebelumnya ditawarin ga mau hahaha



Kelar flying fox lanjut trekking ke hutan pinus, posisinya deket sama area tenda kita.. foto2 sampe puas baru balik ke tenda, makan siang, beres2 lagi dan balik lagi ke Bekasi..



Alhamdulillah anak2 tetep ketagihan camping.. belom afdhol kayanya kalo ga bareng papanya.. next trip ya nak anak kita geret papa 😀

Biaya glamping dan lain-lainnya bisa cek di web tanakita 

Untuk yang camping saat musim hujan siapkan jaket dan baju ekstra ya soalnya dingiiiin banget

Kamis, 10 Agustus 2017

Jogjakarta - Family Time

*latepost*

Libur lebaran kemaren lumayan lama buat saya, selain udah ga kerja lagi libur sekolah kakakpun juga lama, sebulan lebih 😀 mantep lah ya apalagi tahun ini giliran lebaran di Pamekasan jadi seminggu sebelum lebaran kita udah di Pamekasan.

Rencana ke Jogja emang udah disusun jauh-jauh hari, tiket kereta dan hotelpun udah kita siapin di awal. Tapi tujuan mau kemana kemananya itu yang emang ga direncanakan di awal, pokoknya yang terpenting anak-anak tau Borobudur dan Prambanan aja yang lainnya mengikuti alur aja.

Kenapa milih Borobudur ? simple aja biar anak-anak tau sejarah dan ngeliat langsung bentuk candi itu seperti apa.

Hari H kita udah stand by nunggu travel dari Pamekasan-Surabaya, karena ngejar jadwal kereta jam 7.30 jadi saya udah pesen travel yang berangkat jam 3 pagi dan Alhamdulillah ga telat malah kepagian, ntah kenapa naik travel kemaren ga berasa banget tiba-tiba aja udah di stasiun Gubeng (saking enaknya tidur kali ya ?! 😀)

Kereta berangkat tepat jam 7.30 dan tiba tepat waktu jam 12.45 yang langsung disambut oleh papa. Kita emang misah soalnya pas mudik kemaren papa balik duluan, jadi kita langsung ketemuan di Jogja aja.

Nyampe hotel bebenah dulu, mandi dan langsung cuss ke Malioboro.. disini muter-muter sampe malem. Dan rumor soal makan di daerah Malioboro (tepatnya di depan pasar Beringharjo) itu mahal kita ngalaminnya sendiri hahahaha.. Menu yang disajikan emang menggugah selera sampe kita ga sampai hati nolak permintaan anak-anak yang pengen makan ini itu padahal kita udah ngingetin untuk makan di tempat yang jelas terpampang nyata harganya, jadilah kemaren kena jebakan batman pas mau bayar hahaha.. sekali kali lah.. jangan sampe keulang lagi pokoknya 😂😂



satu porsi 15rb
Keesokan harinya selesai sarapan jam 7 pagi kita langsung cabut ke candi Borobudur. Kita beli tiket terusan untuk paket Borobudur dan Prambanan. Aqila yang keliatan seneng banget sedangkan Adam keliatan udah mau nyerah begitu tau kita akan naik sampe atas.. rugi kan kalo udah nyampe sana malah ga naik ke atas jadi kita tetep ngasih semangat ke anak-anak biar ga gampang nyerah.. jadi kita naik ke tahap pertama muter dulu.. baru naik ke tahap selanjutnya trus muter lagi begitu terus sampe akhirnya kita sampai diatas. 





Adam udah mulai antusias pengen tau seluk beluk tentang Borobudur jadi lancar deh.. soalnya si kakak ini paling susah dibujuk kalo udah ga mood.



Dari Borobudur mampir museum Kapal biar sekalian komplit belajar sejarahnya hehe..

Dari Borobudur kita sholat, makan dan lanjut perjalanan ke Prambanan.. nyampe Prambanan udah mulai sore jadi bagus banget cahayanya pas mau sunset.


Di Prambanan kakak dan papa yang explore sedangkan Aqila udah mulai rungsing jadi saya nungguin Aqila aja di bawah pohon rindang...



Selesai muterin candi Prambanan lanjut ke alun-alun kidul. Tapi nyampe sana rameee banget malah cenderung macet, cari parkir mobil juga susah jadinya kita cuma makan malam aja di cafe pojok terus ke Malioboro lagi karena saya pengen beli lukisan buat di kamar si kakak nantinya.


Hari terakhir di Jogja karena niatnya emang pengen sarapan nasi pecel di pasar Beringharjo pagi-pagi kita jogging dulu (yang jogging papa sedangkan kita naik bentor hahahaha ) dari hotel ke Tugu dan lanjut ke pasar Beringharjo.


Kalo sarapan disini ga  khawatir kena jebakan batman lagi soalnya udah terpampang nyata daftar harganya 😝

menu berbahaya.. setahun sekali ini yak 😋
belom difoto udah digigit 😀
Kelar sarapan balik hotel dulu, bebenah sekalian check out dan melanjutkan perjalanan ke Mirota Batik (Hamzah Batik) yang di kaliurang, kenapa harus ke Kali urang ? karena kita ga tau kalo Hamzah batik yang di Malioboro itu ternyata Mirota Batik yang berganti nama wkwkwkk.. jangan tiru kebodohan kami ini, apalagi dapet pemandu yang sama-sama ga taunya soal pusat perbelanjaan ini jadilah kita nyasar jauh sampe ke kaliurang segala hahahaha.. ga papa ya sekali-kali ini *menghibur diri*

Dari Mirota Batik sholat dan makan siang dulu, kali ini maksinya agak berat sate kambing dan tongseng kepala kambing.. ga kefoto soalnya udah laper banget eh ternyata sate dan tongsengnya alot bin keras sodara-sodara.. ga nafsu deh jadinya.

Abis maksi lanjut ke Keraton dulu tapi sayang udah tutup jadi cuma foto-foto di bagian luarnya aja terus lanjut ke Kurnia Sari beli bakpiaaaa nyam.. nyam.. nyam, abis itu langsung ke stasiun Tugu dan balik ke Bekasi lagi..


pose dengan buah keben
Alhamdulillah liburan keluarga versi komplit ini lancar dan anak-anak juga senang,. malah kakak kayanya masih jetlag, beberapa hari setelah liburan pengennya sarapan ala-ala hotel terus.. bubur sumsum, sup krim jagung, jus jeruk, cah brokoli dll.. untung emaknya bisa bikin kemaren dibikinin sup krim jagung sampe blenger baru dia kapok terus bilang "udah ah bun aku pengen sarapan kaya biasanya aja.." 😝😝